Selasa, 05 Februari 2013

My Shepherd

      Tuhan adalah gembalaku. Ya, Ia gembala dan aku dombaNya.  Tidak mudah untuk memahami ini, tetapi tidak  sulit juga untuk dimengerti.  Hikmat Tuhan yang akan membuat kita mengerti. Sebagai gembala, ia akan menuntun kita dijalan yang benar, oleh karena namaNya (Maz 23:3). Inilah yang harus kita imani, IA AKAN MENUNTUNKU DI JALAN YANG BENAR. Harus pahami bahwa terkadang jalan yang benar menurut kehendak Tuhan tidaklah selalu sama dengan jalan yang kita ingini!

      Saat kita benar-benar bingung jalan mana yang benar, pilihan mana yang harus dipilih, keputusan apa yang harus diambil, janji Tuhan menguatkan dan meneguhkan iman percaya kita. Janji bahwa Tuhan akan menuntun kita dijalan yang benar, sekali lagi, dijalan yang benar. Karena kita adalah domba-Nya dan Ia adalah gembala kita.

      Gembala tidak pernah menuntun dombanya menuju lembah kegelapan tapi sebaliknya domba-dombanya dituntun-Nya ke padang yang berumput hijau. Walaupun dalam perjalanan menuju "padang yang berumput hijau" tersebut kita akan dan harus melewati lembah yang terjal, tebing yang curam dan cadas yang terjal, -masalah-masalah kehidupan yang menyakitkan dan menyesakkan- aku TIDAK TAKUT, sebab Tuhan sertaku. Sebab Ia akan menjaga dan melindungi kita oleh karena namaNya.

      Saatnya akan tiba, pasti akan tiba! Saat dimana lembah yang terjal, tebing yang curam dan cadas yang terjal akhirnya dapat dilalui dan  kita tiba di padang yang berumput hijau dalam naungan Allah yang dahsyat. Tetap percaya, kita harus tetap percaya! Sang Gembala sanggup menuntun kita ke padang rumpat yang hijau. Pastikan bahwa ketika saatnya tiba, Tuhan mendapatkan setiap kita tetap setia percaya pada-Nya. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar