Tuhan adalah gembalaku. Ya, Ia gembala dan aku dombaNya. Tidak
mudah untuk memahami ini, tetapi tidak sulit juga untuk dimengerti.
Hikmat Tuhan yang akan membuat kita mengerti. Sebagai gembala, ia akan
menuntun kita dijalan yang benar, oleh karena namaNya (Maz 23:3).
Inilah yang harus kita imani, IA AKAN MENUNTUNKU DI JALAN YANG BENAR. Harus pahami bahwa terkadang jalan yang benar menurut kehendak Tuhan tidaklah selalu sama dengan jalan yang kita ingini!
Saat
kita benar-benar bingung jalan mana yang benar, pilihan mana yang harus
dipilih, keputusan apa yang harus diambil, janji Tuhan menguatkan dan
meneguhkan iman percaya kita. Janji bahwa Tuhan akan menuntun kita
dijalan yang benar, sekali lagi, dijalan yang benar. Karena kita adalah
domba-Nya dan Ia adalah gembala kita.
Gembala tidak pernah menuntun
dombanya menuju lembah kegelapan tapi sebaliknya domba-dombanya
dituntun-Nya ke padang yang berumput hijau. Walaupun dalam perjalanan
menuju "padang yang berumput hijau" tersebut kita akan dan harus
melewati lembah yang terjal, tebing yang curam dan cadas yang terjal,
-masalah-masalah kehidupan yang menyakitkan dan menyesakkan- aku TIDAK
TAKUT, sebab Tuhan sertaku. Sebab Ia akan menjaga dan melindungi kita
oleh karena namaNya.
Saatnya akan tiba, pasti akan tiba! Saat
dimana lembah yang terjal, tebing yang curam dan cadas yang terjal
akhirnya dapat dilalui dan kita tiba di padang yang berumput hijau
dalam naungan Allah yang dahsyat. Tetap percaya, kita harus tetap
percaya! Sang Gembala sanggup menuntun kita ke padang rumpat yang hijau.
Pastikan bahwa ketika saatnya tiba, Tuhan mendapatkan setiap kita tetap
setia percaya pada-Nya. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar