Selasa, 16 September 2014

Kembali Pada-Mu

Lelah meniti kepuasan diri
Tiada terasa ku telah pergi
Meninggalkan Engkau sendiri
Tak peduli lagi

Aku seperti bunga yang kering

Yang berguguran diterpa angin
Sejuta hasrat tuk kembali
Tinggalkan kesombongan diri

Tuhan, ampunilah aku

Yang meninggalkanmu
Setelah apa yang Engkau Berikan padaku
Kini ku kembali kembali pada-Mu yang sejati
Menyerahkan selurruh hidupku


"...di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." -Yohanes 15:5-

Minggu, 15 Juni 2014

Lebih dalam lagi...

Penderitaan terkadang dipakai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi  kita. Mengapa? Karena terkadang justru dalam saat-saat kelamlah kasih dan kesetian Allah begitu nyata dirasakan. Penderitaan membuat kita lebih berhasrat mencari wajah-Nya. Penderitaan membuat kita ingat kebesaran-Nya. Penderitaan membuat kita semakin mengenal-Nya lebih dalam lagi. Oleh sebab itu, jangan terburu-buru ingin keluar dari penderitaan.

Seperti kisah Ayub, penderitaan yang begitu besar dirasakannya pada akhirnya membuat dia berkata: “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” -Ayub 42 : 5. Penderitaan telah membuat Ayub mengenal Tuhan secara pribadi, bukan lagi dari perkataan atau kesaksian orang lain.

Kiranya setiap kita bisa belajar untuk menikmati masa-masa yang penuh kesukaran dan penderitaan serta dapat semakin mengenal-Nya lebih dalam lagi.



-Nikmatilah saat-saat dimana hati kita hancur karena disaat itulah 
Tuhan terasa begitu dekat-

Rabu, 05 Juni 2013

Artikel Media Online

Selasa, 23/04/2013


Distribusi Naskah Soal Terhambat, Ujian Nasional di Tunda

Jakarta-Pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat SMA mengalami penundaan. Ujian yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 15 April 2013 ditunda di beberapa wilayah Indonesia bagian tengah.

Kasubbid Kemitraan Media Kementrian Pendidikan Nasional Taufik Dahlan, SH menjelaskan bahwa penyebab terjadinya penundaan ini yaitu karena sistem distribusi yang bermasalah akibat percetakan keteteran mengepak soal.

“Sesuai dengan SOP naskah soal SMA, maka H-3 soal ujian sudah harus berada di ibukota provinsi, kemudian didistribusikan ke kabupaten kota sehingga diharapkan paling tidak H-1 sebelum pelaksanaan UN, naskah sudah berada di rayon dan besok paginya sekolah-sekolah yang menjadi anggota rayon akan mengambilkan soal tersebut,” kata Taufik.

“Mengenai keterlambatan UN, persoalannya berada di percetakkan. Ada 6 percetakan yang menang tender, dan salah satu dari enam percetakan tersebut bermasalah. Sedangkan sisanya baik. Percetakan ini bermasalah karena ada persoalan di manajemen pengepakan naskah soal. Sistem percetakan mereka kurang efisien. Jadi mereka cetak dulu, setelah itu baru dipilah-pilah sesuai soal yang diujikan dan provinsi. Nah dalam hal ini mereka keteteran dalam mengepak, ” tambah Taufik.

Taufik juga menambahkan, rendahnya kualitas LJK ujian tidak sepenuhnya benar seperti pemberitaan media. Tidak semua sekolah mendapatkan LJK yang tipis dan gampang rusak. Hanya sekolah-sekolah yang ditangani oleh percetakan yang bermasalah tersebut yang mengalaminya. Sedangkan disekolah lainnya, kualitas LJK sangat baik dan layak pakai. (CLT)

Selasa, 21 Mei 2013

Tuhan Membangkitkan Tulang - Tulang Yang Kering

Yehezkiel 37 : 1-14

1 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.

2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.

3 Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"

4 Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!

5 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.

6 Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."

7 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.

8 Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.

9 Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali."

10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.

11 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.

12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.

13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.

14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."


Saat saya membaca dan merenungkan penglihatan Nabi Yehezkiel ini di dalam waktu teduh pribadi, ternyata Firman Tuhan ini begitu meyadarkan dan mengingatkan saya kembali bahwa Tuhan bukanlah Pribadi yang tega membiarkan umat-Nya di dalam keadaan putus asa dan kehilangan pengharapan. Justru sebaliknya, Ia adalah Allah yang membangkitkan tulang-tulang yang kering, Allah yang membangkitkan semangat dan memberi pengharapan.

Allah telah melakukannya untuk bangsa Israel, umat-Nya. Allah yang sama akan melakukannya bagi kita orang-orang yang percaya pada-Nya, umatNya.

Mari datang pada-Nya dan lihatlah, Ia membangkitkan tulang-tulang kita yang kering, Ia membangkitkan semangat dan pengharapan kita!

Senin, 29 April 2013

Tak Terekspresikan

Hari-hari yang terasa begitu berat, penuh pergumulan dan air mata. Banyak hal yang telah terjadi begitu menguras emosi dan energi. Terkadang tanpa diundang, perasaan kalut melanda jiwa. Sendiri. Sedih dan kecewa. 

Timbul pertanyaan: "Allahku, mengapa Engkau meninggalkanku?"

Tak mampu untuk melangkah, namun tak rela untuk mundur. 
Ketika ingin melangkahkan kaki untuk mundur, pengharapan akan pertolongan Allah menghentikan langkah ini. Ketika ingin melangkahkan kaki untuk maju, kondisi sekitar menepis pengharapan itu.

Sungguh kebingungan dan kehilangan arah.

Allah terlihat sedang berdiam diri, menutup mulut-Nya dan melipat tangan- NyaAkan tetapi, benarkah Allah yang penuh  kasih sedang berdiam diri, menutup mulut-Nya dan melipat tangan- Nya? 
Ataukah aku yang sedang berdiam diri bagi-Nya? 

Jumat, 22 Februari 2013

It is Well with My Soul

Ketika berada didalam kedukaan
ditengah kekecewaan dan diterjang badai topan dunia
kiranya ya Tuhan, jiwa ini tetap mengatakan 
"It is well,it is well with my soul..."


When peace, like a river, attendeth my way
When sorrows like sea billows roll
Whatever my lot, Thou hast taught me to say
It is well, it is well with my soul

It is well (it is well)
with my soul (with my soul)
It is well, it is well with my soul

My sin, oh the bliss of this glorious thought
My sin, not in part but the whole
Is nailed to His cross, and I bear it no more
Praise the Lord, praise the Lord, O my soul

It is well (it is well)
with my soul (with my soul)
It is well, it is well with my soul

And Lord haste the day, when my faith shall be sight
The clouds be rolled back as a scroll
The trump shall resound, and the Lord shall descend
Even so, it is well with my soul

It is well (it is well)
with my soul (with my soul)
It is well, it is well with my soul


Horatio G. Spafford

Selasa, 05 Februari 2013

My Shepherd

      Tuhan adalah gembalaku. Ya, Ia gembala dan aku dombaNya.  Tidak mudah untuk memahami ini, tetapi tidak  sulit juga untuk dimengerti.  Hikmat Tuhan yang akan membuat kita mengerti. Sebagai gembala, ia akan menuntun kita dijalan yang benar, oleh karena namaNya (Maz 23:3). Inilah yang harus kita imani, IA AKAN MENUNTUNKU DI JALAN YANG BENAR. Harus pahami bahwa terkadang jalan yang benar menurut kehendak Tuhan tidaklah selalu sama dengan jalan yang kita ingini!

      Saat kita benar-benar bingung jalan mana yang benar, pilihan mana yang harus dipilih, keputusan apa yang harus diambil, janji Tuhan menguatkan dan meneguhkan iman percaya kita. Janji bahwa Tuhan akan menuntun kita dijalan yang benar, sekali lagi, dijalan yang benar. Karena kita adalah domba-Nya dan Ia adalah gembala kita.

      Gembala tidak pernah menuntun dombanya menuju lembah kegelapan tapi sebaliknya domba-dombanya dituntun-Nya ke padang yang berumput hijau. Walaupun dalam perjalanan menuju "padang yang berumput hijau" tersebut kita akan dan harus melewati lembah yang terjal, tebing yang curam dan cadas yang terjal, -masalah-masalah kehidupan yang menyakitkan dan menyesakkan- aku TIDAK TAKUT, sebab Tuhan sertaku. Sebab Ia akan menjaga dan melindungi kita oleh karena namaNya.

      Saatnya akan tiba, pasti akan tiba! Saat dimana lembah yang terjal, tebing yang curam dan cadas yang terjal akhirnya dapat dilalui dan  kita tiba di padang yang berumput hijau dalam naungan Allah yang dahsyat. Tetap percaya, kita harus tetap percaya! Sang Gembala sanggup menuntun kita ke padang rumpat yang hijau. Pastikan bahwa ketika saatnya tiba, Tuhan mendapatkan setiap kita tetap setia percaya pada-Nya. Amin.