Senin, 29 April 2013

Tak Terekspresikan

Hari-hari yang terasa begitu berat, penuh pergumulan dan air mata. Banyak hal yang telah terjadi begitu menguras emosi dan energi. Terkadang tanpa diundang, perasaan kalut melanda jiwa. Sendiri. Sedih dan kecewa. 

Timbul pertanyaan: "Allahku, mengapa Engkau meninggalkanku?"

Tak mampu untuk melangkah, namun tak rela untuk mundur. 
Ketika ingin melangkahkan kaki untuk mundur, pengharapan akan pertolongan Allah menghentikan langkah ini. Ketika ingin melangkahkan kaki untuk maju, kondisi sekitar menepis pengharapan itu.

Sungguh kebingungan dan kehilangan arah.

Allah terlihat sedang berdiam diri, menutup mulut-Nya dan melipat tangan- NyaAkan tetapi, benarkah Allah yang penuh  kasih sedang berdiam diri, menutup mulut-Nya dan melipat tangan- Nya? 
Ataukah aku yang sedang berdiam diri bagi-Nya?