Timbul pertanyaan: "Allahku, mengapa Engkau meninggalkanku?"
Tak mampu untuk melangkah, namun tak rela untuk mundur.
Ketika ingin melangkahkan kaki untuk mundur, pengharapan akan pertolongan Allah menghentikan langkah ini. Ketika ingin melangkahkan kaki untuk maju, kondisi sekitar menepis pengharapan itu.
Sungguh kebingungan dan kehilangan arah.
Allah terlihat sedang berdiam diri, menutup mulut-Nya dan melipat tangan- Nya. Akan tetapi, benarkah Allah yang penuh kasih sedang berdiam diri, menutup mulut-Nya dan melipat tangan- Nya?
Ataukah aku yang sedang berdiam diri bagi-Nya?
Ataukah aku yang sedang berdiam diri bagi-Nya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar